4 Solusi Anak Susah Buang Air Besar

Si kecil mengalami susah buang air besar merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun, ketika kejadian ini berlarut-larut dan tak kunjung membaik, Anda patut waspada dan segera menanganinya dengan cekatan. Untuk memastikan bayi Anda terkena masalah susah buang besar atau tidak, perhatikan siklus BAB hariannya. Hal ini penting untuk ditelusuri agar dapat mendeteksi keadaan ini lebih dini.

Tanda-tanda paling umum ketika si bayi mengalami susah BAB adalah intensitas buang air besar yang berkurang hingga tak lebih dari dua kali dalam seminggu. Selain itu, Anda juga patut memperhatikan bentuk kotoran yang lebih keras dari biasanya. Atau, lebih jauh lagi perhatikan ekspresi si kecil sewaktu BAB, kesakitan atau tidak.

Anak Susah Buang Air Besar

Jika si kecil sering mengalami susah BAB, segeralah lakukan pemeriksaaan ke dokter agar lekas ditemukan penyebabnya. Sebab, konstipasi seperti ini dapat berubah kronis jika berlangsung lama dan berulang, yang tentunya mengganggu kesehatan pencernaan. Anda bisa mencari obat-obat penanganan pertama atau sesuai yang diresepkan dokter lewat aplikasi Goapotik. Anda pun bisa mengaksesnya dengan mudah melalui link ini https://www.goapotik.com/promo/obat-diare-anak-dan-dewasa-dan-obat-sembelit-dan-susah-buang-air-besar.

Nah, jika bayi Anda terlanjur mengalami kondisi ini, janganlah panik dan khawatir. Lakukan beberapa cara berikut untuk sedikit mengatasi gangguan pencernaan ini.

1. Membuat anak menjadi aktif
Untuk membuat usus lebih giat bekerja dalam mendorong tinja, ajak anak menjadi lebih aktif bergerak. Buat si kecil merangkak, berjalan, atau hal lain yang mengerakkan anggota badan.

2. Memijat perut
Berikan pijatan pada bagian bawah pusar bayi, tepatnya sekitar tiga jari dari pusar. Pastikan bayi Anda rileks dan tidak kesakitan.

3. Mengganti susu formula
Beberapa kasus konstipasi timbul karena tidak cocok dengan susu formula. Ganti susu Anda dengan lebih dulu berkonsultasi pada praktisi kesehatan.

4. Mengkombinasikan makanan
Saat usia bayi sudah memungkinkan untuk mendapatkan asupan makanan padat, usahakan melakukan secara bertahap. Perkenalkan makanan mulai dari yang lembut dan kaya serat, lalu kombinasikan dengan yang lain.

5. Mandikan dengan air hangat
Air hangat terbukti mampu membuat si kecil rileks sehingga saluran pencernaan lebih mudah memproses kotoran.

6. Cukupi kebutuhan cairan bayi
Untuk memperlancar proses pencernaan, pastikan kebutuhan cairan bayi tercukupi.

Kondisi susah BAB pada bayi harus dengan cepat disikapi. Jika dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan luka pada si bayi. Jika sudah terlanjur demikian, pelajari dan konsultasikan cara merawat luka si kecil pada dokter terpercaya.

Post a Comment

0 Comments